Saran saya buat pengunjung Blog ini..


Selasa, 18 Februari 2014

GURU SEBAGAI ALAT BANTU BELAJAR


Oleh SLAMET NURYADI

Meskipun kita sekarang hidup di dunia teknologi tinggi dan memiliki akses ke berbagai alat bantu pengajaran, ada satu bantuan yang nyaman , portabel , tidak menggunakan listrik , dapat digunakan secara efektif dalam terang atau gelap dan tersedia sepanjang waktu . Ya , guru dirinya sendiri ! 
Dalam pengalaman saya sebagai guru saya telah menemukan bahwa saya dapat melibatkan siswa lebih dalam diskusi dan kegiatan kelas jika saya mengikuti langkah sederhana tertentu .
  • Gerakan 
  • Gunakan bahasa tubuh 
  • Kontak mata 
  • Gesture 
  • Ekspresi wajah
  • Pidato
  • Siswa bicara
  • Nama
  1. Gerakan. Duduk di belakang meja atau berdiri di atas podium menciptakan " jarak " antara guru dan siswa . Cobalah untuk memiliki lorong dan ruang yang cukup antara baris sehingga Anda dapat dengan mudah menjangkau mereka di belakang . Dengan cara ini Anda dapat berbicara dengan masing-masing siswa , memungkinkan siswa pemalu untuk bertanya dengan tenang, serta memeriksa pekerjaan mereka dan membantu mereka . Ini sangat penting , karena memungkinkan siswa untuk fokus pada Anda .
  2. Gunakan bahasa tubuh. Tubuh Anda harus berada dalam kendali Anda . Pegang di sedemikian rupa sehingga Anda terlihat waspada dan terjaga . Hindari merosot dan kendur . Sama seperti gerakan terlalu sedikit membosankan , terlalu banyak gerakan bisa menjadi pengalih perhatian . 
  3. Kontak mata. Berusaha untuk menjaga mata hidup , sadar dan tertarik . Memindahkan mereka sekitar untuk mengambil dalam segala hal . Memperbaikinya pada siswa tertentu , tetapi tidak begitu lama sehingga mereka menjadi tidak nyaman ! Hindari berfokus pada siswa terburuk atau terbaik . Mengetahui bahwa tuntutan guru kontak mata membuat siswa waspada. Pastikan bahwa Anda melakukan kontak mata dengan setiap siswa , sehingga tampaknya Anda berbicara kepadanya secara individual .
  4. Gerak-gerik. Lengan dan tangan merupakan bantuan visual yang sangat ekspresif . Mereka dapat digunakan untuk menggambarkan bentuk, tindakan , gerakan dll tapi , ingatlah untuk tetap diam sambil mendengarkan mahasiswa . Jika tidak ent pesan s kepada siswa adalah bahwa ia sedang longwinded atau membosankan 
  5. Ekspresi wajah. Tidak ada yang lebih buruk daripada cemberut konstan, yang melarang siswa dari mengajukan pertanyaan , merasa bebas untuk mendiskusikan masalah atau datang untuk meminta bantuan .Senyum dapat bekerja keajaiban 
  6. Pidato. Pernahkah Anda mendengar berbicara diri Anda ? Apakah Anda tahu apa yang terdengar seperti suara Anda kepada orang lain ? Sebuah monoton rendah atau suara bernada tinggi bisa sulit untuk memahami atau kisi-kisi ke telinga . Apakah suara Anda mengirim siswa untuk tidur atau berjalan untuk penyumbat telinga ? Bersikap kritis terhadap diri sendiri.
  7. Siswa bicara. Memecahkan monoton dan memberikan siswa banyak waktu untuk berbicara ! Ini akan membuat mereka waspada . Membuat lelucon kecil , bersikap ramah 
  8. Nama. Panggil siswa dengan nama mereka . Kedengarannya lebih hangat dan ramah dan mengurangi jarak antara guru dan peserta didik .Guru adalah bantuan pengajaran yang terbaik . Pastikan bahwa Anda menggunakan diri Anda untuk efek penuh .

SEJARAH MTS MA'ARIF KANDANGHAUR

 
Oleh  : MA'MUN, S.Ag

SEJARAH MTs MA’ARIF KANDANGHAUR
KABUPATEN INDRAMAYU
A.    Selayang Pandang  MTs Ma’arif Kandanghaur
MTs Ma’arif Kandanghaur adalah sebuah Lembaga Pendidikan dibawah pengelolaan Lembaga Pendidikan Ma’arif  Nahdlatul Ulama Kecamatan Kandanghaur yang berlokasi di Jl. Raya Kertawinangun No. 75 RT 04/01 Blok Desa Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu.Telp. ( 0234 ) 550 8343
B.     Proses Berdirinya MTs Ma’arif Kandanghaur
MTs Ma’arif Kandanghaur berdiri dilatar belakangi oleh kepedulian beberapa tokoh Blok Plawangan pada awal Bulan Oktober 2006, yang memikirkan masyarakat khususnya anak anak lulusan SD yang tidak melanjutkan pendidikan setingkat SMP / MTs dikarenakan jarak yang cukup jauh dengan SMP/MTs yang ada di sekitar Blok Plawangan Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur dan Desa Plawangan Kecamatan Bongas, hal ini dikarenakan kemampuan ekonomi orang tua yang tidak mampu.
Muncullah gagasan untuk mendirikan lembaga pendidikan SMP atau MTs sebagai solusi dari permasalahan di atas. Para penggagas tersebut diantaranya:
1.           Bpk Supriadi, S.Pd.I. (Guru  SMKN 1 Bongas)
2.           Bpk Martaka, ST. (Guru SMKN 1 Bongas)
3.           Bpk. Kurdi (Tokoh Masyarakat Plawangan)
4.           Bpk. Carsa (Sekretaris Desa Plawangan Kec. Bongas)
5.           Bpk Ali Mahfudin (Tokoh Pemuda)
6.           Bpk. Makra Miharja (Guru SD)
7.       Sukarno, S.Pd.I. (Guru)
Gagasan tersebut kemudian dikonsultasikan dengan beberapa tokoh Masyarakat dan Lembaga terkait di wilayah Kecamatan Kandanghaur, diantaranya: Alm. Bpk. H. Sunhaji, S.Ag., MM. (Kepala MTsN Kandanghaur), Bpk Ma’mun Rahman, S.Ag. (Ketua MWC NU Kec. Kandanghaur), Bpk Abdul Basir, S.Pd. (Ketua LP Ma’arif NU Kec. Kandanghaur), Bpk Rosidi Rahman, S.Ag. , Bpk Supendi Samian SE (Pengurus PCNU Kab. Indramayu yang berdomisili di Kandanghaur), Bpk Suharto, S.Pd. Dan Bpk Farid Rifiyanto, S.Pd. (Pengurus LP Ma’arif NU Kec. Kandanghaur). Pada Pertengahan Oktober 2006 diadakan pertemuan di Kediaman Ketua LP Ma’arif NU Kec. Kandanghaur di Desa Wirapanjunan Kec. Kandanghaur antara Penggagas dan tokoh tokoh di atas yang menghasilkan beberapa keputusan diantaranya:
1.      Mendukung rencana pendirian Lembaga Pendidikan dimaksud,
2.           Lembaga Pendidikan Yang dipilih adalah Madrasah Tsanawiyah di bawah binaan Kementerian Agama,
3.      Nama Lembaga yang disepakati adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif Kandanghaur,
4.      Badan Hukum yang mengelola adalah LP Ma’arif NU Kec. Kandanghaur.
C.    Persiapan Pendirian MTs Ma’arif Kandanghaur
Langkah selanjutnya adalah persiapan persiapan pendirian MTs Ma’arif Kandanghaur, yakni:
1.         Penggalangan dukungan Masyarakat dan Lembaga yang ada di wilayah Kecamatan Kandanghaur,
2.         Pembentukan Komite Madrasah,
3.         Penentuan Struktur Sekolah,
4.         Rekrutmen Siswa Baru,
5.         Penentuan Tempat Belajar,
6.         Penentuan Waktu Belajar,
Untuk kepentingan di atas dilaksanakan beberapa pertemuan antara penggagas dengan masyarakat yang puncaknya diadakan Musyawarah pada pertengahan Bulan Januari 2007 bertempat di Masjid Al Barokah Blok Plawangan Desa Kertawinangun yang dihadiri oleh:
1.         Para Penggagas,
2.         Pengurus MWC NU Kec. Kandanghaur,
3.         Pengurus LP Ma’arif NU Kec. Kandanghaur,
4.         Kepala MTsN Kandanghaur,
5.         Tokoh Masyarakat Plawangan,
Pada pertemuan tersebut berhasil membuat keputusan-keputusan, antara lain:
1.    Dibentuk Komite Madrasah yang Pertama
Untuk pertama kalinya susunan kepengurusan Komite Madrasah adalah sebagai berikut;
Ketua              : Bpk. Kurdi Kamudin
Sekretaris        : Bpk. Warlim, TS.
Bendahara       : Bpk. H. Kursi
2.    Dibentuk Struktur Organisasi Madrasah
Struktur Organisasi Madrasah yang pertama, yaitu;
Kepala Madrasah                                : Bpk. Martaka, ST.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan       : Supriadi, S.Pd.I.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum       : Yoyo Suwaryo, S.Pd.
TU dan Bendahara                              : Dulloh dan Karno
Guru    Mata Pelajaran                        : 1. Mahlani, S.Pd.
                                                              2. Ali Mahfudin
                                                                           3. Darsipan, S.Pd.
                                                              4. Sukarno, S.Pd.
                                                              5. Imas Sugiarti
                                                              6. Makra Miharja
                                                              7. Suwarja
                                                              8. Suryadi, S.Pd.I.
                                                              9. Nurun Najmi
                                                              10. Widia
3.    Tempat Belajar
Sehubungan pertama kali berdiri belum mempunyai ruang kelas untuk belajar, maka tempat belajar yang pertama yaitu menumpang di bangunan milik SDN Kertawinangun I di Blok Plawangan Desa Kertawinangun dengan izin dari UPTD Pendidikan Kecamatan Kandanghaur dan Kepala SDN Kertawinangun I.
4.    Waktu Belajar
Waktu belajar pertama kali disepakati masuk siang hari dari jam 13.00 s.d. 17.00 dengan beberapa pertimbangan diantaranya ;
·         ruang kelas belajar pagi dipakai untuk kegiatan belajar mengajar siswa SDN Kertawinangun I,
·         siswa baru adalah siswa lulusan SD yang Drop Out dan membantu orang tua di rumah pada pagi harinya,
·         kebanyakan guru-guru yang akan mengajar mempunyai aktifitas pada pagi harinya.   
5.    Rekrutmen Siswa Baru
Rekrutmen  siswa baru pertama kalinya di fokuskan pada lulusan SD yang tidak melanjutkan. Sosialisasi dan Rekrutmen Siswa baru dilaksanakan mulai Bulan Maret 2007. Pertamakali siswa yang berhasil direkrut sebanyak 28 siswa.
D.    Peresmian Pembukaan MTs Ma’arif Kandanghaur
Sebagai rasa syukur dari keberhasilan rencana yang sudah dilaksanakan, diadakan acara peresmian pembukaan MTs Ma’arif Kandanghaur pada tahun pelajaran 2007/2008 pada tanggal 21 Juli 2007 bertempat di halaman SDN Kertawinangun I, berkenan meresmikan pembukaan yaitu Bapak K.H. Juhadi Muhammad selaku ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Indramayu, acara tersebut juga dihadiri oleh;
a.         Pengurus PC NU Kab. Indramayu yang lain ( Bapak H. Abdul Ajiz, S.Pd., Bapak Rosidi Rahman, S.Ag., Bapak Supendi Samian, SE.)
b.         Camat Kandanghaur yang diwakili oleh Sekretaris Camat Kandanghaur (Bapak Mismaka, M.Si.)
c.          Pengurus MWC NU Kec. Kandanghaur ( Bapak Ma’mun Rahman, S.Ag. selaku ketua, Bapak Drs. Cariwan, S.Pd.I. selaku sekretaris, dan Bapak Junaedi Syam, S.Pd.I. selaku Katib Syuriyah)
d.        Pengurus LP Ma’arif NU Kec. Kandanghaur ( Bapak Abdul Basir, S.Pd. selaku ketua, Bapak Suharto, S.Pd. selaku Sekretaris, Bapak Farid Rifiyanto, S.Pd.)
e.         Bapak H. Sunhaji, S.Ag., MM. Selaku Kepala MTs Negeri Kandanghaur.
f.          Kepala Madrasah dan Guru-guru.
g.         Pengurus Komite Madrasah.
h.         Orang tua siswa.
i.           Tokoh dan Masyarakat Plawangan.
E.     Izin Operasional
Secara resmi Izin Operasional MTs Ma’arif Kandanghaur baru diberikan oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Barat pada tanggal 17 Juni 2008 dengan Piagam Pendirian Madrasah Swasta Nomor: D/Kw.10/MTs/1402/2008 berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Barat Nomor; Kw.10.4/4/PP.005/2408/2008, tanggal 17 Juni 2008 dengan Nomor Statistik Madrasah (NSM) : 212321227074, piagam tersebut ditandatangani oleh Kepala Bidang Mapenda Islam atas nama Kepala Kantor Wilayah yaitu Bapak H. DEDY ROKHAEDIE ARIEF.
F.     Perkembangan MTs Ma’arif Kandanghaur
Dalam perjalanannya MTs Ma’arif Kandanghaur mengalami beberapa perkembangan diantaranya:
1.      Pindah tempat dan waktu belajar
Dikarenakan waktu belajar siang hari dirakan kurang efektif, maka pada mulai awal tahun pelajaran 2008/2009 tempat belajar berpindah dari SDN Kertawinangun I ke Bangunan Madrasah Diniyah Nurul Hikmah yang berlokasi di komplek Masjid Al Barokah Blok Plawangan Desa Kertawinangun dan msuk sekolah pada pagi hari.
Seiring dengan gagasan untuk membuka kelas baru di Blok Desa Desa Kertawinangun maka pada tahun pelajaran 2009/2010 dibuka kelas baru di Madrasah Diniyah Al Furqon Komplek Masjid Al Furqon Desa Kertawinangun dengan 2 (dua) lokasi tempat belajar. Dan mulai tahun pelajaran 2010/2011 tempat kegiatan belajar mengajar disatukan di Madrasah Diniyah Al Furqon.
Mulai awal tahun pelajaran 2011/2012 tempat belajar berpindah ke Bangunan Sendiri di atas tanah wakaf milik MTs Ma’arif Kandanghaur sendiri di Jl. Raya Kertawinangun No. 75 RT 04/01 Blok Desa Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur.
2.      Pergantian Kepala Madrasah
§   Martaka, S.T.                 dari bulan Juli 2007 s.d. Januari 2008
§   Supriadi, S.Pd.I.                        dari bulan Januari 2008 s.d. Juli 2009
§   H. Imron Masyhadi       dari bulan Juli 2009 s.d. Oktober 2010
§   Ma’mun Rahman, S.Ag. dari bulan Oktober 2010 s.d. sekarang
3.      Perubahan Nomor Statistik Madrasah (NSM)
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu Nomor: Kd.10.12/PP.005/034/2010, tanggal 17 Juni 2010 dengan Piagam Nomor Statistik Madrasah Nomor: 32-12/MTs/0048/2010, Nomor Statistik Madrasah (NSM) berubah dari NSM lama: 212321227073 menjadi NSM baru : 121232120035 yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kapupaten Indramayu Bapak Drs. H. SULAIMAN HASAN, MA.
4.      Terakreditasi
Berdasarkan hasil Penilaian Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah Provinsi Jawa Barat untuk pertama kalinya MTs Ma’arif Kandanghaur memperoleh akreditasi dengan peringkat B (Baik) yang berlaku sampai dengan tahun ajaran 2016/2017, terhitung sejak tanggal ditetapkan, berdasarkan Sertifikat Akreditasi Nomor: 02.00/207/BAP-SM/SK/X/2012, ditetapkan di Bandung pada tanggal 21 Oktober 2012, yang ditandatangani oleh Ketua Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/ Madrasah Provinsi Jawa Barat atas nama Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah Prof. DR. H. JAM’AN SATTORI, MA.
5.      Memiliki Tanah dan Bangunan Sendiri
Mulai tahun pelajaran  2011/2012 MTs Ma’arif Kandanghaur telah menempati Gedung dan Tanah milik sendiri di Jl. Raya Kertawinangun No.75 RT 04/01 Blok Desa Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu, dengan luas tanah 2.611 m2 yang merupakan tanah wakaf dari masyarakat yang dibeli dari Bapak H. Anwar Almarhum yang beralamat di Pasar Ikan Kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara.
6.      Lulusan
Samapai dengan sekarang MTs Ma’arif Kandanghaur telah meluluskan 4 (empat) angkatan yang sebagian besar telah melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi diantaranya melanjutkan ke;
Ø  SMKN Negeri 1 Bongas
Ø  SMA Negeri 1 Bongas
Ø  SMKN 1 Kandanghaur
Ø  SMK Muhammadiyah Kandanghaur
Ø  SMK Hasanudin Eretan Kandanghaur
Ø  MA Misaya Mina Eretan Kandanghaur
Ø  SMK PGRI Kandanghaur

AKHLAK IMPLEMENTASI IMAN DALAM KEHIDUPAN

Oleh  : Abdullah, S.Pd.I

Akhlak menempati kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, baik menurut pandangan Allah maupun menurut pandangan masyarakat. Seseorang dihormati dan memperoleh penghargaan tinggi yang tulus apabila akhlaknya baik, sebaliknya orang dianggap rendah dan dilecehkan bila akhlaknya buruk. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah tersebut? Ensiklopedi Islam mendefinisikan akhlak sebagai keadaan yang melekat di dalam jiwa sehingga dari padanya lahir perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa melalui proses pemikiran, pertimbangan dan penelitian. Ensiklopedi Hukum Islam memaknai akhlak sebagai tingkah laku yang lahir dari manusia dengan sengaja, tidak dibuat-buat dan telah menjadi kebiasaan. Pengertian yang serupa kita dapatkan dari Ibnu Maskawaih, Al Ghazali dan ulama lain.

Dari beberapa telaahan tersebut kita memperoleh pemahaman bahwa suatu perbuatan disebut akhlak bila memenuhi dua persyaratan. Pertama, disengaja, bukan sebuah kebetulan dan bukan karena keterpaksaan. Bagi orang Mukmin, perbuatan itu dilakukannya ‘karena Allah’, dia senantiasa memenuhi perintah Al Qur’an untuk merealisasikan ikrarnya: “Sesungguhnya shalatku, amal ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam”. [QS Al An’aam (6): 162]. Kedua, sudah menjadi kebiasaan sehingga untuk melakukannya orang tidak perlu berpikir panjang, tidak lagi mempertimbangkan baik dan buruknya, untung dan ruginya. Seseorang yang pada suatu ketika memberi sumbangan harta tetapi setelah berpikir panjang, atau hanya sekali-sekali, maka dia belum disebut berakhlak penderma atau dermawan. Dia baru dimasukkan oleh Allah atau masyarakat sebagai berakhlak penderma apabila perbuatan memberi itu sudah menjadi kebiasaannya.

Secara etimologis, perkataan akhlak merupakan bentuk jamak dari khuluq, sedangkan khuluq satu akar kata dengan Khaliq – Yang Maha Pencipta yaitu Allah, dan makhluq – ciptaan Allah, termasuk manusia. Dengan demikian akhlak bersangkutan erat dengan hubungan antara manusia dengan Allah, baik yang berkenaan dengan niat dan tujuan perbuatan, maupun dengan nilai-nilai (values) dan norma-norma (norms) yang menjadi acuan untuk menetapkan apakah suatu perbuatan itu baik atau buruk, bermanfaat atau mengandung banyak mudharat.

Inilah yang membedakan antara akhlak dengan etika atau budi pekerti rekacipta manusia. Tetapi meskipun berbeda sumber, akhlak tidak mesti bertentangan dengan etika, karena tatkala mencipta manusia, Allah telah melengkapinya dengan kecenderungan kepada yang benar dan yang baik. Kecenderungan batin ini berpangkal kepada keyakinan asasi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Secara metaforik Al Qur’an menuturkan bahwa tatkala janin manusia terbentuk, Allah SWT bertanya kepadanya; “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”. Manusia dalam wujud yang sangat awal itu menjawab: “Benar, Engkau Tuhan kami; kami menjadi saksi mengenai hal itu”. [QS Al A’raaf (7): 172].

Berkenaan dengan keterangan Al Qur’an ini Rasulullah SAW menyatakan bahwa setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci dan cenderung kepada kesucian). Maka orangtuanya yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi. [HR Bukhari]. Meskipun demikian, kenyataan menunjukkan bahwa sebagian orang menjalani kehidupan yang melenceng dari fitrahnya. Keadaan itu disebabkan oleh dorongan nafsu yang tidak terkendali dengan semestinya.

Sebenarnya nafsu yang ada pada manusia itu bukan sesuatu yang buruk, tetapi justru menjadi pendorong untuk mengembangkan budayanya. Nafsu menjadikan orang bersemangat untuk berikhtiar mencapai keberhasilan dan menikmati setiap proses ikhtiarnya itu. Karena itu nafsu tidak boleh dikekang terlalu keras, karena hal itu berakibat matinya kreatifitas dan kegembiraan hidup di dunia. Tetapi nafsu cenderung berlebihan, dan kondisi yang demikian itu membawa orang melakukan berbagai keburukan. Maka orang harus berikhtiar dengan sungguh-sungguh untuk mengendalikan nafsunya, sehingga tidak terlalu kuat tetapi juga tidak terlampau lemah. [QS Al Israa’ (17): 29]. Nafsu yang terkendali dengan baik itulah yang mendapat kucuran rahmah Allah SWT. [QS Yusuf (12): 53]. Maka Allah menurunkan perintah kepada manusia: ”Makanlah dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan, karena Dia tidak suka kepada orang-orang yang berlebih-lebihan”. [QS Al A’raaf (7): 31].

Mengendalikan nafsu benar-benar bukan pekerjaan yang mudah. Syeitan selalu berusaha mengambil alih kemudi terhadap nafsu kemudian mengarahkannya untuk menerjang segala batas dan melebihi segala takaran yang diperuntukkan baginya. Iblis – pemimpin segala setan – telah membekali seluruh anak buahnya yang berupa jin maupun manusia [QS An Naas (114): 6], dengan semangat dan kecermatan untuk menggelincirkan setiap orang dari jalan lurus menuju jalan yang sesat. Yang demikian itu sudah diikrarkan iblis langsung ke Hadapan Allah SWT [QS Al A’raaf (7): 16-17]. Maka di antara manusia ada yang mampu melawan godaan dan bujuk rayu syeitan tersebut dan ada yang menyerah kalah. Karena itu ada orang yang memiliki akhlak mulia (Al akhlaqul karimah) atau akhlak terpuji (Al akhlaqul mahmudah), dan ada yang mempunyai akhlak buruk (Al akhlaqul qabihah) atau akhlak tercela (Al akhlaqul madzmumah).

Atribut berakhlak baik atau berakhlak buruk pada diri seseorang itu tidak bersifat tetap. Umar ibnu Khattab dan Khalid bin Walid dalam waktu yang cukup lama adalah pembenci kebenaran dan memusuhi Islam yang didakwahkan Rasulullah SAW. Tetapi dengan hidayah Allah mereka kemudian menikmati kehidupan yang sakinah – tenang tenteram, setelah beriman kepada Allah SWT dan menunaikan serta menegakkan syari’at-Nya, dan menjadikan Rasulullah SAW yang pernah mereka benci itu sebagai panutan hidupnya.

Tetapi sebaliknya banyak orang yang murtad – meninggalkan Islam dan berpaling kepada keyakinan lain. Tidak jarang pula kita jumpai orang-orang yang pada masa mudanya memegang teguh idealisme yang tinggi, berjuang dan berkorban untuk menegakkan keyakinannya yang baik itu, tetapi setelah menduduki jabatan tertentu dengan mapan, merubah haluannya dan mengkhianati idealismenya semula. Allah menyatakan di dalam Al Qur'an, bahwa Dia telah menunjukkan kepada manusia dua jalan yaitu jalan kebaikan dan jalan keburukan [QS Al Balad (90): 10]. Dia mengilhamkan kepada setiap jiwa itu kefasikan dan ketakwaan [QS Asy Syams (91): 8].

Petunjuk Allah yang berupa informasi tentang jalan yang baik dan yang buruk itu tidak dengan sendirinya membawa orang masuk ke jalan yang baik dan menjauh dari jalan yang buruk. Nafsu yang berada di dalam kendali syeitan justru lebih tertarik kepada keburukan dibanding kebaikan. Jangankan tawaran surga yang baru akan didapatkan di dalam kehidupan akhirat, lulus ujian atau kenaikan jabatan yang dekat, yang ditawarkan kepada orang yang mau bekerja keras, ditolak oleh orang yang lebih suka bermalas-malasan. Jangankan ancaman neraka yang banyak orang tidak segera dapat mencernanya, kesengsaraan berat bagi orang yang mengonsumsi narkoba, yang bukti-buktinya telah nampak jelas,acap kali tidak mampu mencegah orang untuk masuk ke jalan menuju neraka dunia itu. Maka sebagaimana telah dikemukakan di atas, upaya mengendalikan nafsu sungguh bukan pekerjaan yang mudah. Karena itu ketika pulang dari perang Badar yang dahsyat Rasulullah SAW bersabda: “Kita pulang dari jihad kecil untuk menuju jihad besar, yaitu jihad terhadap nafsu”.

Allah SWT yang Maha Pengasih menolong manusia di dalam usahanya itu dengan menurunkan agama, yang intinya adalah petunjuk untuk mengendalikan nafsu. Mengenai hal ini Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” [HR Imam Malik]. Sesuai dengan ucapannya itu beliau senantiasa membimi\bing dan mendidik ummatnya, secara individual maupun komunal, dengan ucapan maupun contoh perbuatan, agar melakukan dan membiasakan diri kepada akhlak yang baik. Menjawab pertanyaan beberapa sahabat, isteri Nabi Muhammad SAW ‘Aisyah RA menyatakan testimoninya: “Akhlak Rasulullah adalah Al Qur'an”.

Rasul sendiri menerangkan bahwa Allah SWT adalah sumber utama bagi pembinaan akhlak. Beliau bersabda: “Berakhlaklah kamu dengan akhlak Allah”. Dia menyayangi tanpa berharap mendapat balasan apapun dari yang disayanginya. Dia memberi tanpa batas. Dia berbuat baik kepada yang beriman maupun yang durhaka kepada-Nya. Sudah tentu tidak ada seorangpun yang mampu memiliki akhlak seperti Allah, tetapi upaya menuju kondisi demikian harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Ini berarti, orang dianggap berakhlak baik bila berproses menuju keadaan yang lebih baik.


Mengenai kepada siapa orang berakhlak baik, ulama membaginya ke dalam dua golongan besar. Pertama adalah akhlak yang baik kepada Al Khaliq, sang Pencipta segala sesuatu yaitu Allah SWT. Kedua, akhlak yang baik kepada makhluk, ciptaan Allah, khususnya makhluk yang manusia dapat berinteraksi dengan mereka, yaitu sesama manusia, fauna, flora dan benda-benda lain yang mengisi alam raya ini. Akhlak kepada Allah dan akhlak kepada ciptaan Allah bukan dua hal yang terpisah, tetapi berjalin secara harmonis; yang satu akan memengaruhi yang lain. Akhlak mulia kepada Allah membentuk akhlak baik kepada sesama makhluk, dan sebaliknya akhlak baik kepada segala ciptaan akan mendekatkan dia kepada Pencipta segala sesuatu, Allah SWT.

HUBUNGAN DOSA, KEMAKSIATAN DAN AKHLAK DENGAN AQIDAH

Oleh : Abdullah, S.Pd.I

Apakah terjerumusnya ke dalam dosa merupakan bukti akan rusaknya akidah atau ada syubhat dalam aqidah?


Alhamdulillah
Allah telah menyanjung akhlak –yang pada dasarnya merupakan  ketaatan dan menjadi sebab ketaatan – sebagi bagian dari agama, bahkan ia adalah agama itu sendiri.
Allah Ta'ala telah memuji  nabi Muhammad sallalahu alaihi wa sallam yang berakhlak mulia, sebagaiamana firman-Nya, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Ibnu Abas radhiallahu anhuma menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah Islam. Beliau  berkata, “Yakni sesungguhnya engkau (Muhammad) dalam agama yang agung yaitu islam.” (HR. Thabari dalam tafsirnya, 12/179)
Yang benar adalah tidak bahwa akhlak tidak terlepas dari agama. Fairuzabadi dalam kitabnya Bashair Dzawi At-Tamyiz, 2/568 mengatakan,”Ketahuilah bahwa agama seluruhnya adalah akhlak. Siapa yang bertambah akhlaknya, maka bertambahlah agama pada diri anda."
Di antara yang tidak meragukan lagi, adanya keterkaitan kuat antara akidah dengan prilaku dan akhlak baik dari sisi negative maupun positif. Hal itu akan jelas dalam pembahasan berikut ini:
1.      Sesungguhnya seorang muslim yang meyakini bahwa Allah mendengar dan melihat serta memperhatikan yang tersembunyi. Jika kuat pada sisi ini, maka dia tidak akan berakhlak dan melakukan perbuatan yang dapat melemahkan keyakinannya pada masalah ini.
Yang menunjukkan akan hal itu adalah sebagai berikut,
Firman Allah,
“Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nisaa: 128)
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” (Q. An-Nisaa: 135)
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisaa: 58)
2.      Seorang muslim yang mempercayai akan janji Allah Ta’ala dan ancaman-Nya, hal itu menjadi pendorong pada keyakinannya untuk melakukan apa yang disenangi untuk Allah Ta’ala dan menjauhi dari semua yang dibenci-Nya Azza Wa Jalla.
Dari Abu Hurairah, beliau berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling bagus akhlaknya.” (HR. Tirmizi, 1162 dan Abu Daud, 4682, dia mengatakan, haditsnya hasan shahih)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Telah diketahui bahwa makhluk yang paling dicintai adalah orang mukmin. Kalau dia paling sempurna imannya, maka paling baik akhlaknya. Maka yang paling besar dicintai-Nya adalah yang paling bagus akhlaknya. Akhlak adalah agama sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” Ibnu Abbas mengatakan, mempunyai agama nan agung. Begitu juga Soyan bin Uyainah dan Ahmad bin Hanbal menafsirkan seperti itu dan selain dari keduanya. Sebagaimana yang telah kami jelaskan selain di tempat ini. (Al-Istiqamah, 442)
Al-Mubarokfuri rahimahulah mengatakan, “Perkataan ‘Mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang terbaik akhlaknya’ kata ‘Kholqun atau Khuluqun’ dengan didhomma dan disukun huruf lamnya. Karena kesempurnaan iman, mengharuskan berbudi pekerti baik dan berbuat baik kepada seluruh orang.” Tuhfatul Ahwadzi, 4/273.
3.      Sesungguhnya kekuatan keimanan mendorong untuk melakukan amal saleh dan menahan diri dari daki kemaksiatan dan dosa-dosa. Yang menunjukkan akan hal itu adalah, hadits dari Abu Hurairah sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah orang yang berzina ketika melakukan perzinaan dia dalam kondisi beriman. Dan tidaklah pencuri ketika dia mencuri dia dalam kondisi beriman. Tidak juga peminum (khamar) ketika dia meminum dalam kondisi beriman." (HR. Bukhari, no. 2334 dan Muslim, 57)
Dan dari Abu Suraikh sesungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wa salla bersabda, “Demi Allah belum beriman (secara sempurna), demi Allah belum beriman, demi Allah belum beriman. Beliau melanjutkan, “Orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari, no. 5670)
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma sesungguhnya Rasulullah sallallahu alihi wa sallam melewati seseorang dari kalangan Anshar, dia menasehati saudaranya tentang rasa malu. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Biarkan dia, karena rasa malu merupakan bagian dari keimanan.” (HR. Bukhari, no. 24 dan Muslim, no. 36)
Malik bin Dinar rahimahullah, dia berkata, “Iman itu tampak  lemah dan kecil di dalam seperti tunas tumbuhan. Jika pemiliknya memperhatikannya dan menyiram dengan ilmu bermanfaat dan amal saleh serta menyingkirkan belukar dan apa yang melemahkannya, maka  dia akan tumbuh dan terus berkembang. Sehingga dia menjadi induk, cabang, buah dan naungan tanpa ada batasnya sampai seperti gunung. Kalau pemiliknya membiarkan tanpa diperhatikan, maka akan datang seekor kambing yang memakannya atau anak kecil yang mengambilnya. Kalau semakin banyak belukarnya, maka akan melemahkan, membinasakan atau membuatnya kering. Begitulah keimanan."
Khaitsamah bin Abdurrahman berkata, “Keimanan akan menjadi gemuk di tempat subur dan akan kurus di tempat kering. Tempat suburnya adalah dengan beramal saleh sementara tempat keringnya adalah dosa dan kemaksiatan,” (Dikutip dari Ibnu Taimiyah, kitab Al-Iman, hal. 213)
4.      Beriman dengan qadha dan takdir Allah dapat menghalangi akhlak jelek dan kemaksiatan. Karena agama sangat memperingatkan dan mengancam perbuatan tersebut, seperti histeris, menyobek baju, mencambak rambut dan  berteriak-teriak (Niyahah). Sebaliknya, keimanan mengajak pemiliknya untuk mempunyai akhlak (mulia) yang agung, seperti sabar, ridha dan mengharap pahala.
Dari Suhaib Ar-Rumi radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلا لِلْمُؤْمِنِ ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ  (رواه مسلم، رواه  2999 )
“Sangat mengherankan urusan orang mukmin, sesungguhnya semua urusannya itu baik. Hal itu tidak ada melainkan untuk orang mukmin. Jika ditimpa kebaikan, maka dia bersyukur dan hal itu baik untuknya. Jika ditimpa keburukan, dia bersabar. Dan hal itu baik untuknya.” (HR. Muslim, no. 2999)
Dalam sunan Abu Daud, 47010, Ubadah bin Shamit menasehati anaknya, “Wahai anakku, sesungguhnya engkau belum mendapatkan hakikat keimanan sebelum engkau meyakinin bahwa apa yang (ditakdirkan akan) menimpamu tidak akan meleset. Dan apa yang (ditakdirkan akan) meleset darimu tidak akan menimpamu . Aku mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
 إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ ، فَقَالَ لَهُ : اكْتُبْ !! قَالَ : رَبِّ ، وَمَاذَا أَكْتُبُ ؟!! قَالَ : اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ !! يَا بُنَيَّ ، إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ :  مَنْ مَاتَ عَلَى غَيْرِ هَذَا فَلَيْسَ مِنِّي !! (صححه الألباني)
“Sesungguhnya yang pertama kali Allah ciptakan adalah pena. Lalu Dia berkepada kepadanya; “Tulislah!. Berkata (pena), “Wahai Tuhanku apa yang akan aku tulis?" Berkata (Allah), “Tulislah takdir segala sesuatu sampai hari kiamat.”
(Ubadah bin Shamit berkata), "Wahai anakku, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah sallalahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang meninggal dunia tidak (berkeyakinan seperti ini) maka dia bukan dari (golonganku).” (Dishahihkan oleh Al-Albany)
5.      Sesungguhnya agama banyak menganjurkan ketaatan dan menekankan adanya kaitan dengan keimanannya kepada Allah dan hari akhir. Begitu pula agama mengharamkan kemaksiatan dan (dosa) yang dapat menjerumuskannya pada pengingkaran terhadap keimanan kepada Allah dan hari kiamat. Yang menunjukkan akan hal itu adalah:
a.      Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan menyakiti tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaknya dia menghormati tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari, no.  5672 dan Muslim, no. 47)
b.      Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak dibolehkan bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan safar sejauh tiga mil (atau lebih), kecuali dia  bersama mahramnya.” (HR. Bukhari, no.  106, Muslim, no. 1338 dan redaksi darinya)
c.      Dari Ummu Habibah radhiallahu anha berkata, aku mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak dihalalkan bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkabung lebih dari tiga hari kecuali untuk suaminya, (yaitu) empat bulan sepuluh hari.” (HR.. Bukhari, no.  1221 dan Muslim, no. 1486)
6.      Sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam sunnahnya, bahwa rusaknya keyakinan –seperti kenifakan- menjurus kepada kerusakan akhlak dan amal. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tanda orang munafik itu ada tiga, ketika berbicara berbohong, ketika berjanji tidak ditepati dan ketika diberi amanah dikhianati.” (HR. Bukhari, no. 33 dan Muslim, no. 5)
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
“Orang yang menyalahi ahli hadits, mereka kemungkinan akan rusak amalnya. Baik karena keyakinan jelek dan kenifakan atau karena penyakit hati dan lemah imannya. Di antara mereka ada yang meninggalkan kewajiban dan melanggar aturan serta meremehkan hak-hak dan kerasnya hati yang tampak oleh setiap orang. Kebanyakan guru mereka dituduh (dengan melakukan) sesuatu yang besar. Meskipun di antara mereka terkenal dengan zuhud dan ibadahnya. Dalam kezuhudan dan ibadahnya sebagian orang awam dari kalangan ahlus sunnah itu lebih bagus daripada apa yang ada padanya.
Telah diketahui bahwa ilmu itu merupakan landasan amal, keabsahan asal mengharuskan keabsahan cabang. Seseorang tidak akan mengalami kerusakan amal kecuali karena dua hal; karena kebutuhan atau ketidaktahuan (bodoh). Orang  yang mengetahui buruknya sesuatu dan tidak memerlukannya, tidak akan melakukannya. Kecuali kalau hawa nafsunya mengalahkan akalnya, dan telah dikuassi kemaksiatan. Dan hal itu merupakan bentuk dan macam lain lagi." (Majm Fatawa, 4/53)
Kami memohon kepada Allah Ta’ala agar memperbaiki urusan kita semua. Dan diberi petunjuk ucapan, perbuan dan akhlak yang terbaik.
Wallahu a'lam .

Cara Membuat Blog Bagi Pemula

Cara Membuat Blog bagi Pemula

Blog adalah portal internet dan jenis website dengan tipe konten yang diupdate secara terus menerus berdasarkan urutan waktu. Ada banyak jenis blog di dunia maya bergantung jenis dan kepentingan seperti blog pribadi atau blog dengan niche dan tema spesifik yang dibuat untuk menghasilakan uang.

salah satu penyedia hosting blogger gratisan adalah blogger/blogspot yang menyediakan blog engine yang bisa kita pakai secara gratis dengan memakai sub domain blogspot atau anda bisa juga menggunakan domain mandiri jika punya.

Berikut ini sekilas panduan cara membuat blog di blogger yang bisa anda ikuti jika ingin belajar membuat blog di blogger.


Panduan singkat membuat blog di blogger

Sebelum memulai, silahkan buat dulu akun email atau Gmail gratis di google melalui mail.google.com. Setelah email jadi, ikuti langkah langkah dibawah ini :

  1. Silahkan kunjungi situs http://www.blogger.com
  2. Setelah halaman pendaftaran terbuka, alihkan perhatian ke sebelah kanan bawah, ubah bahasa ke Indonesia agar lebih mudah difahami.
    pilih bahasa
  3. Silahkan langsung masuk/login dengan menggunakan username/nama pengguna serta password/sandi gmail anda ( akun email anda bisa untuk login ke blogger).

    login gmail

  4. Isilah formulir yang ada :
    1. Nama tampilan : isi dengan nama yang ingin tampil pada profile blog anda.
    2. Jenis Kelamin : pilih sesuai dengan jenis kelamin anda, misal : pria.
    3. Penerimaan Persyaratan : Beri tada ceklis sebagai tanda anda setuju dengan peraturan yangtelah di tetapkan oleh pihak blogger. Saran: sebaiknya anda membaca terlebih dahulu persyaratan yang ada agar anda tahu dan mengerti apa yang boleh dan tidak diperbolehkan ketika menggunakan layanan blogger.
    4. Klik tanda panah bertuliskan “Lanjutkan”.

      lanjutkan membuat blog
  5. Klik tombol “Blog Baru”.

    buat blog baru

  6. Isilah formulir :
    1. Judul : Isi dengan judul blog yang di inginkan, misal : Coretan sang penghayal
    2. Alamat : isi dengan alamat blog yang di inginkan. Ingat! Alamat ini tidak dapat di edit kembali setelah dibuat, apabila anda ingin serius, maka pilihlah nama yang benar-benar anda inginkan.
    3. Template : pilih template (tampilan blog) yang disukai (ini dapat ganti kembali).
    4. Lanjutkan dengan klik tombol “Buat blog!”.

      buat blog

    5. Sampai disini blog anda telah berhasil di buat.
  7. Untuk menghindari spam filter, sebaiknya anda langsung posting sembarang saja. Klik tulisan “Mulai mengeposkan”.

    mulai posting

  8. Isi judul serta artikel. Akhiri dengan klik tombol “Publikasikan”.

    publikasikan

  9. Silahkan lihat blog anda dengan klik tombol “Lihat Blog
  10. Selesai.
Disini blog blogger anda sudah jadi, dan anda sudah bisa mempromosikan blog anda ke teman dan orang yang anda kenal, untuk membangun komunitas online.